Apa itu komunikasi?
Komunikasi ialah proses penyampaian pesan dari si pemberi pesan kepada si penerima pesan. Pengertian ini paling midah dipahami dan paling sering dipakai untuk literatur dunia akademisi, khususnya ilmu komunikasi.
Bahkan seorang anak bayi pun, ketika baru dilahirkan ke muka bumi ini, melakukan proses komunikasi, tentu dengan caranya sendiri, seperti menangis, dan tangisan itulah yang kemudian dipahami oleh orang sekitar bahwa bayi tersebut kaget, kemudian ingin disapih (menyusu) ke ibunya, mendapatkan dekapan kehangatan dan seterusnya.
Its miracle of communication for people life.
Kajian Komunikasi Organisasi
(Studi Kasus: Komunikasi Searah namun berdampak parah)
Organisasi ialah wadah, tempat dari sekumpulan orang-orang yang terlibat dalam suatu tempat, waktu dan memiliki tujuan yang sama.
Dalam organisasi ada yang memimpin dan pasti ada yang dipimpin, istilahnya bisa atasan dengan bawahan, ada pejabat dengan pegawai, ada komisaris dengan karyawan, atau malah ada kepala sekolah dengan guru. Intinya selalu ada hierarki yang seperti itu.
Organisasi dapat dikatakan baik, efektif serta memiliki tujuan yang sesuai koridor, ketika dibalut dengan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan, biasa dibilang proporsional. Sebagai pimpinan, akan menjadi pemimpin yang berkarakter bila dalam kepimpinannya disertai dengan teladan atau role model bagi yang dipimpinnya.
Begitupun yang dipimpin harus tunduk, patuh pada semua kebijakan tanpa kegerendengan/rasa terpaksa selagi itu merupakan keputusan bersama. Kalau pun harus ada ketidakpuasan dapat disampaikam pada forum yang tersedia, tentu saja untuk menjaga stabilitas dalam bekerja.
Atmosfir dunia kerja bila terjadi konflik dapat dipastikan menghambat produktivitas pribadi maupun tim, yang berakibat pada merosotnya nilai trust (kepercayaan) organisasi itu sendiri.
Komunikasi yang sejatinya harus menjadi prioritas, dalam organisasi ialah ketika pihak internal lebih diutamakan daripada pihak eksternal. Contoh kasus, bila seorang pimpinan lebih mengitakan jalinan komunikasi dengan pihak luar, tapi mengenyampingkan tim (intern) maka yang terjadi dialah bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu meledak.
Adanya kepala sekolah jelas memiliki peran sentral disebuah lembaga/instansi pendidikan dimanapun berada dan jenjangnya.
Misalnya ada kepala sekolah, guru dan walimurid maka posisinya seperti segitiga yang atasnya (lancip) ialah pemimpin yaitu kepala sekolahnya, dan dibagian tengahnya ialah dewan guru yang netral, dan bagian alasnya yang membesar ialah kehadiran para walimurid yang memberi peran besar juga dalam menopang sebuah instansi pendidikan.
Jalinan komunikasi antara ketiganya bagaikan putaran rantai yang telah terpasang, sebagaimana fungsinya agar dapat bersama-sama mencapai tujuan.
Dari itu, tidak ada lagi siapa yang lebih-lebih memiliki peran, semuanya berada pada porsi dan peran yang tidak bisa dianggap sepele.
Pemimpin hendaknya dapat menjadi penyeimbang dalam keadaan yang ditengah supaya semua keadaan menjadi rata, seimbang dan juga sesuai dengan trek yang telah direncanakan.
Ditulis oleh
Keriyono, M.Sos
Dosen Komunikasi
Pendidik
Pengamat Media Sosial