Sabtu, 13 September 2025

COMMUNICATION IS EASY

Communication is easy
Oleh: Keriyono, M. Sos
(Dosen Komunikasi)

Pernah menjentikan jari? Tapi bukan keluar jin atau menghipnotis orang lain.
Atau membalikkan telapak tangan dari yang putih ke hitam. Putih bagian dalam dan hitam bagian punggung. Pokoknya tangan ini ada 2 sisi, putih dan kanan. 

Mudah bukan?

Iya sangat mudah, bahkan ada yang lebih mudah lagi yakni berkomunikasi.

Apa komunikasi?

Communicare ialah berarti sama makna. Maksudnya adalah communicare terciptanya pemahaman yang sama akan suatu informasi yang disampaikan.

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunitor kepada komunikan. 

Komunikator adalah sumber, si pemberi dan penyampai pesan (message).
Komunikan adalah si penerima, receiver pesan.

Contohnya:
Si A berbicara kepada si B bahwa besok akan diadakan ulangan.
Itu artinya si A sebagai "komunikator".
Dan si B sebagai "komunikan".
Pesannya adalah "besok ada ulangan"

Komunikasi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam membangun suatu peradaban. Inilah pentingnya seseorang yang belajar komunikasi, diharapkan memiliki pribadi yang lihai, mumpuni dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan.

Secara akademisi, komunikasi masuk ranah ilmu disiplin sosial, yang kemudian berkembang akibat perkembangan zaman dan banyak filsuf memberikan pokok-pokok pikiran empiris yang akhirnya memberikan kejelasan akan ilmu komunikasi.



Rabu, 10 September 2025

ILMU SOSIAL DASAR

ILMU DASAR SOSIAL 
Oleh : Keriyono, M. Sos
Dosen ilmu Sosial, Komunikasi dan Pendidik

Berkesempatan hadir di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan memberikan sedikit wawasan tentang disiplin Ilmu Dasar Sosial (IDS) di wilayah Cilegon Banten. Menambah pengalaman seru lagi menyenangkan. Semoga terus bisa untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, meskipun sedikit.

Pembelajaran dimulai dengan perkenalan diri, pengalaman dan serba serbi kehidupan mengajar. Baru setelah itu masuk pada materi dengan sebuah pertanyaan apa itu sosial?
Saya menanyakan ke semua peserta kelas yang hadir secara sukarela, dan ada yang menjawab dengan statement sosial adalah interaksi manusia dengan yang lain untuk suatu tujuan tertentu. Jawaban dari mahasiswa bernama Affan yang duduk di barisan terdepan tanpa sedikitpun keraguan atau nervous.

Lalu ada yang mahasiswi menjawab dengan mengatakan sosial adalah paham atau ilmu tentang kehidupan manusia. Jawaban itu puu saya respon dengan kalimat terima kasih sudah berani menjawab. Lalu saya pun mulai memberikan uraian dan penjabaran serta contoh yang realitas dengan saat ini. Bahwa sosial itu penting sebab tentang mengatur dan memahami semua hal yang alamiah dari manusia. 

Adapun penjelasannya saya rangkum sebagai berikut:

1. Makhluk sosial merupakan pengertian dari manusia yang tidak bisa hidup sendiri alias membutuhkan orang lain. Ini pun langsung dipahami sebagai pengulangan informasi mereka ketika berada di sekolah tingkat atas.

2. Status sosial yang erat kaitannya dengan materi atau kekayaan, dan hanya terfokus pada label kaya atau miskin. Inipun mereka langsung paham dan menyadari ketika sosial mendapatkan imbuhan status.

3. Media sosial (Medsos) generasi sekarang sudah mahir dan khatam dengan media sosial yang bahkan sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini pun mengambil sebuah kata sosialnya, sehingga dapat dipahami bahwa memang sosial itu sudah menjadi urat nadi kehidupan manusia.

4. Eksperimen sosial juga kalimat yang ketika terucapkan langsung memahami kondisi ataupun keadaan, istilah yang lahir dari itu ialah kata prank, gimmick dan sebagainya. Itu pun menjadikan para mahasiswa memahami betapa penting ilmu sosial.

Begitu mungkin beberapa resume yang dapat diberikan dari saya sebagai penyampai materi. Semoga ada manfaatnya.



Cilegon
10 September 2025

Oleh Keriyono, M. Sos

Selasa, 09 September 2025

REFLEKSI DARI PERISTIWA AGUSTUS

REFLEKSI DARI KEJADIAN AGUSTUS
Oleh: Keriyono, M. Sos
Dosen Komunikasi

Akhir-akhir ini, keadaan negeri tercinta Indonesia dilanda badai tapi bukan katrina. Melainkan badai yang konon merusak tatanan demokrasi dan kehidupan berbangsa bernegera. 

Terulang kembali aksi-aksi tidak terpuji seperti perusakan, penjarahan dan pembakaran yang itu semua sebagai bentuk kekecewaan terakumulasi. Siapa yang salah dan benar, jika diuraikan maka semua bisa menjadi korban bahkan menjadi pelaku. 

Mengapa negeri aman, damai sentosa menjadi huru-hara? 
Jawabnya karena pemimpin lebih sibuk memenuhi isi rumahnya dengan perabotan mewah, isi rekeningnya membengkak, perjalanan luar negeri yang selalu mengatasnamakan tugas atau dinas negara tapi hasilnya nihil, cuma dipenuhi haha hihi selebihnya shopping, pelesiran dan foya-foya. Itu semua realitas yang terjadi.

Media sosial mereka pun akhirnya dicari, dihujat dan diserang dengan narasi yang menimbulkan kegaduhan. Akhirnya terjadilah aksi yang kita saksikan langsung maupun live di platform medsos, bahkan ada yang sampai memberikan gift. Ironi namun nyata, perbuatan buruk seakan menjadi benar karena tidak mungkin ada akibat tanpa sebab.

Apa solusi dari semua itu?
Solusinya pemerintah harus segera mencari akar permasalahan yang fundamental lagi paling mendasar. Ibarat penyakit harus diangkat bakteri yang merusaknya, perubahan susunan kabinet mungkin menjadi awal dan sistem segera dibuat transparan, adil, jujur dan ber-integritas. Buang jauh-jauh person-person yang merusak dan pembuat keonaran. Jangan dipelihara lagi, putus mata rantai yang selama ini bermain.

Ada saja yang akan berkomentar begini, halah itu semua sudah terlambat semua semua sudah dikuasai kita tinggal menanyikan genosida secara diam-diam atau perang secara nyata sesama anak bangsa.

Kembali kita jawab, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Sebab, upaya mengobati telah pada tahap genting, bukan lagi mencegah. Penyakitnya sudah di dalam dan banyak yang terkontaminasi, maka tetap saja bergerak jangan diam atau bahkan menyerah sebelum berjuang. 

Ayo, para orang yang masih memiliki nurani baik sipil maupun militer kita berjuang menghabiskan mereka yang telah berbuat jahat lagi berbuat kerusakan, mengambil semua yang seharusnya menjadi milik bangsa kita.

Selasa, 27 Mei 2025

BELAJAR JANGAN BOSAN! ATAU JANGAN BOSAN BELAJAR!

Kalimat diatas jika diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari maknanya adalah jangan capek, letih, lelah untuk meng-upgrade/mengasah serta memperkaya pengetahuan.

Belajar tidak berhenti pada saat wisuda, sebab ijazah bukti pernah mengenyam pendidikan. Adapun untuk berfikir maka harus terus dilakukan agar tidak buntu dan stagnan pada keadaan.

Seorang yang berakal maka harusnya lebih manusiawi, bernilai dan berkelakuan yang berbeda dengan yang tidak berakal alias hilang pikiran atau tidak waras (gila). Mentalnya telah kacau dan rusak hingga tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. Bukankah dalam Al-Quran, Allah menyindir dengan kalimat apakah sama orang berilmu dengan yang tidak berilmu? Ini namanya satire. 
Sebuah pertanyaan yang tidak butuh jawaban, hanya semata-mata manusia itu sadar dan tahu diri.

Tuhan Yang Esa telah menitipkan akal untuk digunakan berfikir, akan tetapi harus tunduk pada wahyu ilahiah. Dan ini bagian contoh yang dilakukan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam untuk perkara hidup manusia. Tidaklah beliau diutus, salah satu hal utamanya ialah menyempurnakan akhlak.
Sebutan etika, moral, perilaku, tata krama dan lain-lain jika mau diambil satu kata yang mewakili seluruhnya, maka kata itu adalah kata AKHLAK.

Betapa agung serta tinggi derajatnya, apabila manusia menjadikan akhlak menjadi intisari dalam berinteraksi dengan sesama dan juga kepada Rabb-nya. Mulianya akhlak dan dampak yang terjadi sampai peradaban menjadi indah, tatkala semua syariat Islam ditegakkan. Akhlak hanya bisa diwujudkan dengan landasan ilmu dan pengetahuan Rabbani baik melalui Quraniyah maupun Kauniyah. Namun perlu border (pembatas) yang menjadi rem, bahwa manusia hanya memiliki ilmu terbatas, akan tetap Rabb Yang Maha Perkasa Lagi Maha Penguasa ilmunya tak terbatas.
Wallahu alaam

real madrid babak baru era xabi alonso

Pertengahan tahun 2025, komposisi dikepelatihan Real Madrid berubah dari tangan dingin Don Carlo Ancelotti ke seorang bekas pemain madrid yakni Xabi Alonso, sebelumnya menukani Bayer Leverkusen. Dibawah asuhan Xabi, Leverkusen menjelma tim yang cukup menjanjikan dan prestasi liga pun dapat diraihnya. Sebuah modal awal meniti karir menjadi pelatih dikemudian hari. 

Ada beberapa pelatih, yang dahulunya menjadi pemain bahkan tergolong pemain kelas premium. Mengapa dikategorikan premium? Sebab, selain karir sebagai pelatihnya memiliki prestasi dan pengakuan dunia sepakbola, juga pada saat bermain sebagai player pernah menjuarai dan masuk skuat timnas negaranya masing-masing.
Kita sebut saja Pep Guardiola, Zinedane Zidane, Diego Simeone, Simone Inzaghi, Patrick Kluivert dan masih banyak lainnya. Untuk nama terakhir , saat ini sedang mengembang tugas negara +62 siapa lagi kalau bukan pelatihnya INDONESIA penerus STY.

Xabi Alonso kini mengenakan seragam real madrid kembali, namun dipunggungnya tertulis kalimat Coach/Allenatore/ yang diterjemahkan dalam bahasa Indoensia adalah pelatih. Masih terlalu dini jika dibandingkan kiprah Xabi dengan pemain madrid sebelumnya yang juga pernah mengisi pelatih madrid yakni Zinedane Zidane. Semua fans akan mengenang masa kejayaaan Zidane yang memperoleh 3 piala champion berturut-turut.

Apakah gaya bermain madrid akan berubah setelah dipegang oleh Xabi?

Perlu perhatian khusus dan harus mengevaluasi setiap pemain yang ada, dari sisi internal maupun eksternal. Tanpa embel-embel pemain bintang dan mahal dunia. PR nya berat sebab kini pemain madrid sudah tidak diperkuat Modric, Kroos dan gelandang elegan lainnya. Harus segera berbenah dan menjadikan tim putih ini menjadi King Eropa.

Minggu, 25 Mei 2025

Ijazah asli melawan rasional

Secarik kertas tanda tamat belajar yang disebut ijazah kini eksistensinya lebih suci, sakral bahkan keramat. Padahal satu-satunya yang bernilai seperti itu adalah kitab suci dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

Mengapa bisa terjadi hal tersebut?
Apakah ini kesengajaan yang sudah terlalu lama dan jauhkah?
Ada apa dengan semua ini, kok bisa sih?

Mungkin begitulah beberapa pertanyaan yang muter-muter dalam pikiran kita.

Baiklah kita ulas dari kacamata penulis yang concern pada ilmu sosial dalam perspektif komunikasi.

Pernah mendengar bahwa "satu kebohongan akan membuat 1000 kebohongan"?
Mungkin hal itu memang fakta tak terbantahkan bahkan jika ingin dikatakan benar adanya maka its riil, benar-benwr terjadi.

Jika seseorang sudah berbohong sekali, maka untuk menutupi kebohongannya dia akan berbohong lagi, lagi, terus dan terus begitu sampai mulut tersumpal tanah (mati).

Masalahnya, bohong itu kalau sampai banyak yang menjadi korban kebohongan, karena pengaruh kekuasaan (Intervensi theory) maka yang terjadi akan melibatkan banyak lembaga/instansi. Praktek seperti ini lazim terjadi jika ditemukan kejanggalan dan ketidaksesuaian dalam fakta yang terjadi. 

Betul dalam hidup bernegara, hukum menjadi salah satu penyelesaian ketika ada 2 kubu bersengketa dan masing-masing mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, pandangan disertai argumentasi yang rasional dengan apa yang menjadi problem yang dibawa ke ranah hukum.

Tapi poinnya adalah si penegak hukum, tidak boleh dan sangat terlarang berada pada salah satu pihak, bahkan sengaja menyalahi wewenangnya sehingga membenarkan yang salah, dan menyalahkan yang benar. Lalu berdatanganlah komisi atau balas jasa dari apa yang diputuskan. Inilah sebuah praktek tercela yang tidak boleh terjadi. Akan tetapi idealis dan normatif seperti itu hanya angan dan ingin saja.

Kembali kepada topik yang diatas. Bahwa terjadi konflik soal ijazah yang pro dan kontra. Berkepanjangan dan juga pelik serta penuh dengan intrik. Dari sisi sosial, masyarakat dibuat gaduh bahkan saling hujat menghujat, saling mempermalukan satu sama lain, bahkan lebih buruknya terjadi pembunuhan karakter malah ada yang dibunuh jiwanya.
Kasus Marsinah, Munir, Novel Baswedan (penyerangan namun tidak sampai menghilangkan nyawa) merupakan contoh nyata akan pembungkaman nilai keadilan dan kebenaran.

Ijazah mantan presiden sangat rahasia mengalahkan rahasia hutang negara atau bahkan lebih rahasia dari skandal ex gubernur Jabar. Padahal kedua kejadian akhirnya publik tahu dan menyebar, sungguh ironi yang seharusnya rahasia (privat) malah ke blow up media dan menjadi santapan masyarakat. Giliran yang umum malah menjadi rahasia. 

Cukup dulu uraian untuk pembahasan ini.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 27 November 2021

Pesantren Karakter (Part 2) Al-Ashr

Pesantren selalu diidentikan dengan suasana yang hening, sepi dan sunyi, saat tidak beraktivitasnya para santri. Namun, di Al Ashr Cidokom, dibawah binaan Ustadz Ikhsan, dengan mudir Ustadz Yamin (lulusan Al-Irsyad) para santri diajarkan sebuah nilai-nilai yang simpel tapi continue.

Gimana coba itu, simpel tapi continue?

Jadi, begini bahasa mudahnya, mereka (para santri) melakukan sesuatu itu bukan lantaran hukuman semata (punishment), tapi karena timbul dari diri mereka sendiri, sehingga itu menjadi kebiasaan (habit).
Misalnya, seluruh santri ketika berada dimasjid, alas kakinya rapi tidak berceceran dan semrawut semuanya, tanpa adanya petugas piket yang berjaga, tapi sudah tumbuh sadar diri/sensor dari masing-masing individu. Kemudian, disaat sudah azan berkumandang, seksama dan khusyuk mendengarkan muadzhin sambil juga menyahuti lafadznya. 

Duduk dan masing-masing sibuk berzikir sebagai bentuk ke-tawaduan ditempat mulia yakni Masjid. Adab-adabnya dijaga, sebab sedang berada ditempat penuh kemuliaan, tempat beribadah, bukan berada waktu istirahat (free activities).

Program kegiatan yang mengasah rohani dan jasmani kerap ada dan itu membentuk pribadi-pribadi santri yang kuat dan tangguh. Pelatihan otot, serta otak menjadi hal yang selalu terjadi supaya psra santri terbiasa dengan hal-hal tersebut. Sebut saja misalnya bermain ketangkasan di kolam, climbing, thiffan, memanah, serta kegiatan luar lainnya yang mengundang adrenalin. Ibaratnya, Tenaga otot layaknya Rambo, iman dan aqidah sekuat para sahabar ridwanallah ajmain serta kecerdasan layaknya penemu-penemu barang berharga. Aamiin.

Sebenarnya, bila belum melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri, uraian diatas dianggap mengada-ada, bahkan berlenihan. Akan tetapi, bila sudah melihat dan menyaksikan sendiri, mungkin penilaiannya lebih subjektif.

Semoga Allah Azza Wajalla memudahkan setiap urusan kita semua baik urusan dunia maupun akhirat. 
Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.



Kak Sabiq