Sabtu, 27 November 2021

Pesantren Karakter (Part 2) Al-Ashr

Pesantren selalu diidentikan dengan suasana yang hening, sepi dan sunyi, saat tidak beraktivitasnya para santri. Namun, di Al Ashr Cidokom, dibawah binaan Ustadz Ikhsan, dengan mudir Ustadz Yamin (lulusan Al-Irsyad) para santri diajarkan sebuah nilai-nilai yang simpel tapi continue.

Gimana coba itu, simpel tapi continue?

Jadi, begini bahasa mudahnya, mereka (para santri) melakukan sesuatu itu bukan lantaran hukuman semata (punishment), tapi karena timbul dari diri mereka sendiri, sehingga itu menjadi kebiasaan (habit).
Misalnya, seluruh santri ketika berada dimasjid, alas kakinya rapi tidak berceceran dan semrawut semuanya, tanpa adanya petugas piket yang berjaga, tapi sudah tumbuh sadar diri/sensor dari masing-masing individu. Kemudian, disaat sudah azan berkumandang, seksama dan khusyuk mendengarkan muadzhin sambil juga menyahuti lafadznya. 

Duduk dan masing-masing sibuk berzikir sebagai bentuk ke-tawaduan ditempat mulia yakni Masjid. Adab-adabnya dijaga, sebab sedang berada ditempat penuh kemuliaan, tempat beribadah, bukan berada waktu istirahat (free activities).

Program kegiatan yang mengasah rohani dan jasmani kerap ada dan itu membentuk pribadi-pribadi santri yang kuat dan tangguh. Pelatihan otot, serta otak menjadi hal yang selalu terjadi supaya psra santri terbiasa dengan hal-hal tersebut. Sebut saja misalnya bermain ketangkasan di kolam, climbing, thiffan, memanah, serta kegiatan luar lainnya yang mengundang adrenalin. Ibaratnya, Tenaga otot layaknya Rambo, iman dan aqidah sekuat para sahabar ridwanallah ajmain serta kecerdasan layaknya penemu-penemu barang berharga. Aamiin.

Sebenarnya, bila belum melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri, uraian diatas dianggap mengada-ada, bahkan berlenihan. Akan tetapi, bila sudah melihat dan menyaksikan sendiri, mungkin penilaiannya lebih subjektif.

Semoga Allah Azza Wajalla memudahkan setiap urusan kita semua baik urusan dunia maupun akhirat. 
Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin.



Kak Sabiq

PONDOK PESANTREN AL-ASHR CIDOKOM MENGUSUNG KONSEP "CHARACTER SKILL" DENGAN TEMA SOLEH, BERILMU DAN MANDIRI

Penulisan judul diatas, muncul karena hasil dari diskusi seharian dengan seorang ustadz, praktisi, coach bahkan sosok abang yang semoga Allah Azza Wajalla menjaga beliau dimanapun berada, beliau adalah Ustadz Ikhsan Hakim yang biasa disapa bang ikhsan.

Pekan lalu (20/11) penulis berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren yang diasuhnya guna memberikan Training Motivation For Childreen, dengan tema pembahasan menjadi santri yang berilmu dan mulia. Hampir dua jam, sharing and caring serta memberikan motivasi kepada anak-anak soleh menjadi kegiatan malam ahad yang berkesan.

Kegiatan ini kerap rutin dilakukan, untuk membuka wawasan dan khasanah pengetahuan yang lebih luas bagi setiap pribadi santri. Alhamdulillah, penulis pun berkesempatan menginap di Pondok Pesantren Al-Ashr yang terletak di Kampung Cihining, Rumpin Bogor.
Meskipun saat ini baru terdapat khusus laki-laki (ikhwan), dan insya allah tidak lama lagi ada untuk perempuan (akhwat).

Sebagai salah satu ma'had yang mengusung konsep tema Soleh, Berilmu dan Mandiri, semua itu nampak terlihat jelas oleh penulis, sebab banyak progam kegiatan yang mengarahkan dan memfokuskan pada pembinaan karakter serta pengasahan skill (ketrampilan) yang kelak dibawa sampai nanti tidak berada di pondok pesantren lagi.

Kegiatan cooking (memasak), pertukangan, peternakan, perikanan dan banyak hal lainnya yang membuat santri menjadi lebih bewarna dalam beraktivitas, tentu saja diluar kegiatan utama yakni, belajar ilmu dienullah, quran, hadits dan muhadoroh.

Dari wajah yang terpancar dari setiap santri, penulis dapat melihat sinar senang, suka cita yang tulus akan keberadaan mereka di pondok al-ashr. Semoga, mereka semua diberikan kemudahan dalam setiap usaha jerih payah belajar dan teruntuk para assatidz, semoga Allah Azza Wajalla meridoi setiap usaha dalam memberikan ilmu kepada para santri.

Bekasi
Kak Sabiq

Senin, 15 November 2021

RASIONALITAS TAK SELAMANYA BENAR

Sering mendengar kata rasional atau rasionalitas?

Kata yang memiliki arti sesuai dengan jalan pikir otak manusia, istilah mudahnya masuk akal. Konsep dari masuk akal, bisa diterima oleh akal manusia pada umumnya, sedangkan ketika tidak masuk akal maka namanya irrasionalitas (tidak masuk akal).

Menarik dicermati, bahwa kata ini selalu didengung-dengungkan oleh mereka yang mengatasnamakan akademisi, praktisi dan pelaku moral lainnya, satu sisi begitu indah dan spektakuler narasi yang dibangun dan tercipta akan lontaran argumentasinya terkait apapun itu, namun di sisi lain, menjadikan perkara terpenting dalam ranah Keyakinan (Faith) menjadi tumpul.

Konteksnya ialah tidak percaya adanya Tuhan. 
Satu kata untuk orang semacam ini, ialah semoga diberikan hidayah/petunjuk.
Dia hidup, dia bekerja, dia berjalan, dia melakukan aktivitas apapun, bukankah jelas bukti adanya Tuhan, tanpa harus dicerna dengan otak yang hanya berukuran sangat kecil ketimbang ukuran helm kepala. Jadi, sehebat apapun kecerdasan Anda, sepanjang apapun titel yang melekat di depan maupun dibelakang nama Anda, maka itu hanya kepercumaan yang membodohi diri sendiri. Sebab, hakikat dari adanya manusia ialah dapat beribadah kepada Robb ilahi yang menciptakan seluruh alam jagat raya.

Tulisan ini semoga ada nilai manfaatnya, dan memiliki faedah yang berbuah manis bagi siapapun yang membaca.

Salam Hormat

Penulis
Keriyono, M.Sos
Dosen Komunikasi dan Pendidik