Senin, 15 November 2021

RASIONALITAS TAK SELAMANYA BENAR

Sering mendengar kata rasional atau rasionalitas?

Kata yang memiliki arti sesuai dengan jalan pikir otak manusia, istilah mudahnya masuk akal. Konsep dari masuk akal, bisa diterima oleh akal manusia pada umumnya, sedangkan ketika tidak masuk akal maka namanya irrasionalitas (tidak masuk akal).

Menarik dicermati, bahwa kata ini selalu didengung-dengungkan oleh mereka yang mengatasnamakan akademisi, praktisi dan pelaku moral lainnya, satu sisi begitu indah dan spektakuler narasi yang dibangun dan tercipta akan lontaran argumentasinya terkait apapun itu, namun di sisi lain, menjadikan perkara terpenting dalam ranah Keyakinan (Faith) menjadi tumpul.

Konteksnya ialah tidak percaya adanya Tuhan. 
Satu kata untuk orang semacam ini, ialah semoga diberikan hidayah/petunjuk.
Dia hidup, dia bekerja, dia berjalan, dia melakukan aktivitas apapun, bukankah jelas bukti adanya Tuhan, tanpa harus dicerna dengan otak yang hanya berukuran sangat kecil ketimbang ukuran helm kepala. Jadi, sehebat apapun kecerdasan Anda, sepanjang apapun titel yang melekat di depan maupun dibelakang nama Anda, maka itu hanya kepercumaan yang membodohi diri sendiri. Sebab, hakikat dari adanya manusia ialah dapat beribadah kepada Robb ilahi yang menciptakan seluruh alam jagat raya.

Tulisan ini semoga ada nilai manfaatnya, dan memiliki faedah yang berbuah manis bagi siapapun yang membaca.

Salam Hormat

Penulis
Keriyono, M.Sos
Dosen Komunikasi dan Pendidik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar