Senin, 22 Februari 2021

KOSAKATA BARU SEMENJAK ADA PANDEMI

Pandemi yang melanda semua negara se-antero jagat raya, sudah pasti banyak meninggalkan dampak yang beranekaragam. Permasalahan pun kerap terjadi, dibeberapa sektor kehidupan. Dari faktor ekonomi, sosial, kesehatan, budaya maupun dunia internasional. 

Dalam tulisan artikel singkat ini, penulis ingin mengemukakan beberapa kosakata yang baru selama pandemi dan menjadi kata yang sering diucapkan oleh semua orang. Apa saja kosakata yang berhasil dirangkum menjadi artikel ini.

1. PANDEMIC (Pandemi)

Istilah ini diartikan sebagai penyebaran virus yang sudah melewati batas geografi (luas) dan sangat cepat dalam kurun waktu yang singkat. Kata ini sontak menjadi kata yang diulang-ulang oleh hampir semua pangamat, pembicara, tim medis dan banyak lagi lainnya.

2. PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)

Dari kepanjangan kata tersebut saja, sudah dapat dipahami bahwa PSBB ialah usaha pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan (regulation) untuk memutus mata rantai Covid-19.
Ruang gerak masyarakat dibatasi, agar dalam interaksi sosialnya tidak menjadi penular atau yang tertular virus corona.
Upaya ini, masih belum memberikan pengaruh signifikan, akan tetapi perlu diapresiasi dan dipatuhi bersama oleh segenap insan. Fakta yang sering terjadi ialah, sebagian kelompok sudah taat dengan peraturan tersebut, di sisi lain ada pula yang cuek, dan enggan melaksanakan kebijakan PSBB ini. 

3. PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)

Mirip-mirip dan setipe dengan PSBB, PPKM ialah intinya pembatasan kegiatan masyarakat. Nama lain, bila essensinya sama buat apa yah? begitulah, pertanyaan yang sering muncul ketika PSBB berubah menjadi PPKM.
Hanya sebuah nama baru alias ganti kesing tapi isi dalamannya sama. Tapi, kalau melihat penjabaranya PPKM lebih kepada aspek ekonomi, sebagaimana yang dilansir tempo.com, Ketua Satgas percepatan ekonomi Pak Mentri Airlangga, mengatakan PPKM ini lebih kepada genjotan ekonomi ditingkatkan, namun adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang tidak ada hubungangan dengan sektor ekonomi. Wilayah Jawa - Bali pun menjadi sorotan sehingga pemakaian istilah PPKM ialah sesuatu yang dibuat untuk menjaga sektor ekonomi, tapi tidak menutup kemungkinan akan sektor kesehatan.

4. CORONA atau COVID-19

Kata ini sangat familiar dalam setahun terakhir, tapi bila disuruh menyebutkan kepanjangan dari Covid-19 maka akan kelibet dan jelimet. Coronavirus desease that was discovered in 2019 (Covid-19), dari sekian banyak versi yang beredar di dunia maya tentang kepanjangan dari Covid-19, penulis mengambil definisi dari WHO (World Health Organization) yang mengartikan bahwa Covid-19 adalah virus corona yang model baru dan ditemukan pada tahun 2019.

5. Isolasi (Karantina)

Keadaan bagi seseorang yang telah dinyatakan positif Covid-19. Ini, pula kata yang kerap meluncur dari siapapun bila sudah melakukan beberapa tes. Isolasi mandiri hanya bila masih dianggap reaktif (masih 50:50) antara positif dengan negatif. Isolasi dilakukan dengan tidak keluar ruangan (rumah) dan tidak dianjurkan berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari. Hal ini dilakukan, sampai keadaan seseorang tadi diperiksa kembali oleh tim medis, dilakukan tes kembali dan bila hasilnya negatif, maka isolasinya selesai dan dinyatakan sehat. Tapi, bila ternyata positif, maka akan dirujuk ke RS yang sudah ditentukan. 

6. PJJ ON-LINE

Untuk kata ini, selalu dikaitkan dengan dunia pendidikan. PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh merupakan satu-satunya solusi yang diberikan pemerintah, melihat situasi dan kondisi (sikon) memperhatikan terkait covid-19. Tidak mau mengambil resiko dan menantang maut, semua yang berhubungan dengan kerumunan, kepadatan orang di satu tempat sebisa mungkin harus di pisahkan. Virus ini menyebar, dengan sangat cepat sehingga perlu ekstra waspada bagi siapapun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar