Minggu, 27 Desember 2020

KETIKA JENUH MELANDA DALAM MAHLIGAI RUMAH TANGGA

Jenuh atau istilah bosan kerap melanda siapa saja tak terkecuali pasangan yang sudah lama menjalani biduk rumah tangga. Rasa bosan memang momok menakutkan bagi sebagian orang, dan merupakan hal biasa saja bagi sebagian yang lain. Tapi rasa ini memang benar-benar ada dan bila sudah terjangkit rasa ini, maka bersiaplah untuk mengambil keputusan terbesar dalam rumah tangga dikemudian hari.

Bosan atau jenuh atau boring itu tak nampak, tak keliatan karena tak berwujud, bukan sesuatu yang bisa dipegang, diraba dan keliatan oleh dua biji mata ini, tapi yang pasti dan jelas ialah terasa saat diri merasakan rasa bosan itu. Sungguh sangat tidak enak dan tak nyaman. 

Tulisan ini sengaja penulis sajikan untuk memberikan sebuah pemahaman dan sedikit pengetahuan untuk bisa keluar dari jeruji rasa bosan bila terhinggapi. Benar adanya, bila rasa ini terjadi pada seseorang maka tinggal menunggu waktu saja menentukan langkah masa depan dalam rumah tangga yang terbina selama ini.

Bosan itu harus dilawan dengan benar-benar diri paham akan penyakit ringan tapi berimbas besar pada kehidupan. Contoh bosan pada rumah tangga dapat dilihat dari beberapa indikasi yang telah, atau terjadi pada pasangan kita, diantaranya sebagai berikut:

1. Mulai dengan sudah kehilangan rasa percaya diri dihadapan pasangan karena menyiapkan topik pembicaraan yang kadang sudah usang atau diulang-ulang sehingga ada kejenuhan bila harus berkomunikasi. Ini kadang awal muasal terciptanya rasa bosan itu sendiri.
Banyak kasus kejadian ini menyebabkan perselingkuhan terjadi. Mencari kenyamanan dalam hubungan tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi. 

2. Mulai tiada gairah dalam urusan apapun. Kehilangan mood, kehilangan faktor penyemangat dalam membina rumah tangga karena ada rasa hambar ataupun rasa sudah tak menarik lagi seperti diawal pertama kali jalinan kasih sayang dalam pernikahan. Ini pun merupakan keadaan terbanyak yang kerap terjadi pada saat ini.

3. Merenggangnya jarak komunikasi baik verbal (lisan) tapi masih berusaha berkomunikasi non verbal (tulisan, chat bahkan media sosial lain) sebagai pengugur kewajiban saja, tanpa ada keseriusan dalam membina hubungan sehingga rasa jenuh itulah yang lebih dominan. Ini pula kerap ada dan terjadi di era komunikasi yang serba canggih dari alat dan teknologinya. 

4. Godaan dari pihak luar yang telah menembus batas komitmen dari setiap pasangan yang sudah lebih dulu ada. ini pula menjadi dilematis yang selalu saja menyebabkan biduk rumah tangga karam atau retak. Bahasa mudahnya yang senantiasa tersaji ialah perselingkuhan atau istilah pelakor menjadi perkara yang tidak bisa dibendung ketika seseorang sedang dirundung ujian ini.

5. Kendurnya keyakinan sehingga berimbas pada menurunnya kadar iman seseorang sehingga prinsipnya, komitmennya, janjinya merasa tertindih dengan rasa bosan ini dan akhirnya mencari kepuasan diluaran sana sehingga lupa siapa dirinya. Mulai dengan coba-coba, iseng-iseng sampai ada tahap serius dan akhirnya masuk pada jebakan yang tak bisa lagi keluar dari kubangan bosan itu.

Dari poin 1 sampai 5 tentu saja tidak baku dan tidak final, tapi ada saja temuan lain dari keadaan rasa jenuh atau bosan yang melanda siapapun itu.

Lalu bagaimana mengantisipasinya bila rasa itu ada pada diri ini?




nantikan artikel selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Keriyono, M.Sos
Dosen dan Konsultasi Rumah Tangga

1 komentar:

  1. MaayaAllah bagus sekali untuk muhasabah diri kita...salut ntat

    BalasHapus