Kalau untuk menghilangkan rasa bosan seketika, rasanya sangat mustahil, sebab bosan itu tidak pernah bisa di deteksi kapan hinggap, kapan hadirnya, tahu-tahu bersemayam kemudian menetap bila dikasih izin dan kemudian menjadi komando bagi si empu nya.
Cek it dot.......
Tᕼᗴ ᗷIᘜ ᑫᑌᗴՏTIOᑎ?
Adakah cara paling ampuh mengatasi rasa bosan dengan pasangan?
Jawabnya:
Pasti ada dan selalu akan ada solusi dari setiap masalah. Ibarat, seribu masalah datang, maka 1001 solusinya. Kita tinggal dituntut mau berusaha, menjalani lalu berupaya memaksimalkan potensi diri, untuk dapat menyelesaikan masalah atau malah lari dari masalah yang mendera.
Beberapa tips meminimalisir rasa bosan, sebagai berikut: (Keriyono, M. Sos)
1. Fokuskan kembali konsentrasi, bila rasa bosan mulai menyapa. Ingat yah menyapa, bukan hinggap dan nyaman di dalam diri kita. istilahnya bosan itu mengabsen bahwa diri kita menyambut baik-kah atau tak mengubris/cuekin saja, dengan terus fokus sama tujuan hidup kita. Apa tujuan hidup kita? Maka akan beraneka ragam jawaban dari pertanyaan itu. Ada yang jadi orang kaya, jadi artis biar banyak fans, jadi birokrat agar punya kemampuan mempengaruhi orang lain, jadi pemimpin politik agar menguasai dunia dan lain sebagainya. Intinya, fokus...fokus dan fokus. Ingat F...O...K...U....S....
2. Perbanyak waktu dengan kegiatan penuh positif, kebaikan, aktivitas sosial yang mampu membangkitkan rasa empati dan jiwa setiakawan serta solidaritas terhadap sesama. Poin ini nampaknya cukup memberikan siginfikan dampaknya ketika bosan itu hadir. Gabunglah sama komunitas yang sekiranya menjadi semakin enerjik, aktif serta produktif. Komunitas yang mengedepankan sisi kemanusiaan, keagamaan atau pun lain sebagainya selagi tidak melanggar syariat, hukum dan norma yang berlaku.
3. Jadikan keluarga ialah prioritas segalanya. Keluarga adalah modal terbesar dalam semangat bekerja, ibadah dan juga pastinya berkumpul dalam sebuah ikatan kuat. Keluarga mampu memberikan berlipat-lipat semangat dalam melakukan segala hal. Keberadaan keluarga ialah bukti keadaan diri kita berarti dan berharga. Kitalah sosok yang dibanggakan, dihormati dan disegani atas jerih payah dalam bekerja demi keberlangsungan hidup sehari-hari.
4. Dalami ilmu agama, sebagai pengerem, sebagai penahan arus derasnya nafsu yang terus menggerogoti keimanan. Jangan sampai lalai, bahkan menyepelekan fungsi dari agama, padahal hape secanggih apapun bila baterai lowbad maka tiada berguna lagi. Perlu di charge supaya kembali aktif dan mampu melanjutkan kinerja kembali, apalagi kita ini, yang bekerja fisik, tapi rohani terlalu jauh dari siraman menyejukkan qolbu.
Ittakilah.....(bertakwanlah!)
Inilah beberapa poin yang dapat penulis sajikan sebagai upaya meng-carter rasa bosan. Banyak motivator ulung memberikan pendapat, pandangan, rumus, formula atau apapun namanya tapi kalau diri kitanya tidak ada kemauan keras menghentikan rasa bosan di hati ini, maka semuanya hanyalah isapan jempol dan usaha sia-sia.
Jadi kuncinya diri kita ini, sembari meminta doa kepada Sang Pencipta agar selalu diberikan petunjuk kepada kebaikan dan kekuatan menahan rasa bosan bila menerpa diri.
Bekasi, 28 Desember 2020
Keriyono, M.Sos
(Dosen Komunikasi dan Konsultan Rumah Tangga)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar