Minggu, 27 Desember 2020

PERANGAI SUAMI SUPAYA DICINTAI SANG ISTRI (Part 1)

Kembali hadir dan menyajikan serial rumah tangga dari penulis, yang semoga memberikan manfaat besar dan bermakna dalam kehidupan siapapun yang mengambil faedah dari tulisan tak seberapa ini. Hanya berharap, tulisan ini hadir sebagai upaya penulis memberikan rules (peraturan) untuk semua dan bisa dijadikan contoh dalam berumahtangga yang baik, teratur dan terarah.

Kali ini, pembahasannya ialah tentang perangai (watak, sifat atau biasanya digunakan bahasa karakteristik) dari suami kepada sang istri agar dicintainya.


Beberapa perangai (karakteristik) suami, diantaranya:

1. Memimpin keluarga dengan CINTA.
konsep menarik disini adalah memimpin itu juga melayani, menjadi pemimpin yang baik berarti harus juga melayani. Semua hal kalau sudAh didasari karena cinta maka mampu menaklukkan semua kerumitan, kesulitan yang ada. Yang berat dan mustahil kadang terselesaikan bila sudah cinta hadir dalam hidup ini. Pendorong ampuh dalam setiap keadaan, yakni cinta yang begitu kuat sehingga mampu menerobos apapun penghalang. Modal utamanya ialah cinta kuat, tulus lagi sejati.
Jadi jangan pernah padamkan rasa cinta pada pasangan selama jantung berdetak, aliran darah masih mendesir dan hati berdebar-debar. Itulah kedahsyatan cinta.
The power is love, making you are the stronger and happy in life the world. 
(Keriyono, M. Sos).


2. Mampu menundukkan ego

Poin kedua ini mencoba memberikan pemahaman, bahwa ego akan selalu ada dan kapanpun selalu memyertai siapapun orangnya. Tak terkecuali pemuka agama sekalipun, ketika ego sudah memlnghampirinya maka ia akan menundukkan ego atau malah dirinya lah yang terpedaya dengan ego itu sendiri, akhirnya menjadi budak ego. 

Lalu ego itu apa yah?

ego ialah suatu keadaan yang memperturut diri pada sebuah kerusakan dikemudian hari, dan tak terkontrol dalam emosi jiwa setelah itu barulah menjadi sosok yang mudah marah, berapi-api, bergejolak dalam meluapkan apa yang terdapat dalam jiwa.
Ego itu sulit dihilangkan, tapi bukan berarti tidak bisa ditundukkan. Perlu latihan mengontrol diri, berlatih kesabaran dan yang terutama perlu partner yang siap dan siaga menjadi lawan pengontrol ego, siapa lagi kalau bukan istri yang selalu ada dirumah dan berkewajiban mengingatkan untuk selalu menahan ego.

3. Selalu berusaha membahagiakan istri.

Istri bahagia dalam rumah, maka kehidupan sehari-hari akan terasa indah. Namun, sebaliknya bila ternyata didapati istri malah merana gegara sikap suami, maka rumah tangga jauh dari rasa aman, nyaman bahkan indah pun tidak terasa, yang ada hanya saling maki, mencaci dan penuh dengan sumpah serapah dan itu buruk. Berilah kebahagiaan pada istri, karena dirinya lah kehidupan yang awalnya belum dirasa enak, dirasa jauh dari apa yang dibayangkan kini setelah kehadirannya, pintu-pintu masalah terbuka. 

Insya allah akan ada kelanjutannya.

to be continue.....

still in my blog....coming soon (part 2)

Bekasi , 28 Desember 2020

Keriyono, M. Sos
(Dosen Komunikasi dan Konsultan Rumah Tangga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar